Persaingan Dagang
Persaingan itu sebenarnya membuat khawatir. Yang merasa di peringkat pertama akan merasa was-was jika posisinya direbut oleh pesaing di bawahnya.
Tapi untuk seorang pendatang baru, persaingan berarti adalah harapan. Dan itulah yang sebenarnya terjadi pada kami sekarang.
Di Pondok Kopi, Jakarta Timur, di area kami melakukan kegiatan usaha, sudah ada 9 toko bahan bangunan sebelum kami berdiri. Dengan jumlah seperti itu, mau tak mau kami harus berebut pasar dengan 9 toko tersebut sejak awal berdiri.
Karena Harmoni adalah toko bahan bangunan termuda di area itu, maka Harmoni tentu saja memposisikan diri sebagai toko yang berada di peringkat terakhir. Toh kami cuma merebut, bukan menciptakan pangsa pasar baru.
Tapi agaknya, justru itu keuntungan seorang pendatang dalam sebuah persaingan dagang. Kami memacu semangat untuk dapat menaikkan posisi. Janganlah di posisi terakhir terus. Dan semakin dipikir-pikir, persaingan dagang itu malah membuat seru hari-hari kami.
Dari seorang pemain baru yang tak memiliki konsumen sebelumnya, kini kami mencoba merangkak, merebut hati orang-orang untuk mau berbelanja dan menjadi pelanggan kami. Dan Harmoni akan terus berbenah diri.


